• Home
  • About
  • Categories
    • Beauty
    • Buku
    • Film
    • Lifestyle
  • Disclaimer
  • Kerjasama
facebook twitter instagram pinterest Email RANDOM THOUGHT FILM BUKU

Jurnal Nizwa



Pasti kebanyakan dari kita sangat malas untuk bangun sahur. Namun sepertinya tidak berlaku bagi ibu-ibu yang meskipun ngantuk harus rela bangun menyiapkan menu sahur untuk suami dan anak-anaknya. Belum lagi setiap hari harus punya ide masakan yang bisa menggugah selera makan anak-anaknya agar kuat puasa sehari penuh.

Berikut ide masakan super praktis untuk sahur atau boleh juga dibuat untuk berbuka yang bisa dipraktikkan ibu-ibu di rumah agar tidak bosan dengan menu yang hanya itu-itu saja. Kali ini saya merekomendasikan garang asem dengan berbahan nila.

Langsung saja ini dia resepnya !

Bahan :

·     500 gr ikan nila

·         1 batang serai geprek

·         2 lembar daun salam

·         2 lembar daun jeruk

·         2 cabai merah

·         Cabai rawit (optional sesuai selera)

·         1 ruas lengkuas geprek

·         3-4 belimbing wuluh

·         1 tomat merah potong kecil-kecil

·         1 daun bawang iris

·         Air secukupnya untuk kuah

·         Garam dan gula  secukupnya

 Bahan bumbu halus

·         6 buah bawang merah

·         2 buah bawang putih

·         ½ ruas jahe

·         Cabai rawit (optional)

·         ½ sdt ketumbar

·         Sedikit kunyit

Langkah :

·         Cuci bersih ikan nila

·         Haluskan semua bahan bumbu halus

·         Tumis bumbu halus

·        Masukkan lengkuas, daun salam, daun jeruk dan serai

·    Beri air, tunggu hingga hamper mendidih

·       Masukkan gula, garam, potongan cabai rawit dan cabai merah

·         Masukkan ikan nila

·        Jika ikan sudah hampir matang, masukkan belimbing, tomat  dan irisan daun bawang

·         Koreksi rasa

·         Garang asem ikan nila siap disajikan.

 


Kira-kira tertarik mencobanya atau tidak nih teman-teman ? atau mungkin teman-teman bisa merekomendasikan menu-menu lain, silahkan tulis di kolom komentar ya !

 

Nabi Muhammad menganjurkan kita untuk makan sahur karena di dalam makan sahur terdapat keberkahan. Oleh karena itu jangan lupa sahur ya teman-teman…

Makan sahur aja dapat berkah apalagi yang masakin ya kaan ? langsung cuuuss buat gih hihihi

Share
Tweet
Pin
Share
No comments



Biasanya teman-teman buka puasa pakai apa nih ? Suka yang anget-anget atau yang dingin ?

Kalau saya biasanya ketika buka puasa selalu mengawali dengan minum air putih kemudian disusul dengan minuman yang dingin-dingin.

Buat para bunda-bunda yang sedang mengajarkan anaknya berpuasa tentu bingung mencari resep minuman apa yang bisa menggugah selera anak-anak namun tidak sembarangan juga bukan ?

Nah, es buah bisa menjadi alternatif menu berbuka yang tidak hanya segar namun juga sehat.

Oke langsung saja, kali ini saya akan membagikan resep es buah rumput laut. Tidak ribet, jadi bisa dipraktikan bunda-bunda di rumah yang mager keluar rumah apalagi jalanan pasti ramai orang-orang ngabuburit ya kaan ?

Berikut resepnya :




Bahan-bahan :

1.      Air

2.      Gula putih

3.      Pepaya

4.      Melon

5.      Rumput laut

6.      Nata de coco

7.      Sirup

8.      Susu kental manis

 

Cara membuat :

1.      Cuci bersih rumput laut

2.     Masak air hingga mendidih, lalu masukkan rumput laut. Rebus selama 2 menit. Matikan kompor, buang airnya. Kemudian rendam  dengan air dingin selama 5 menit, lalu tiriskan. 

3. Potong buah-buahan secara dadu

4. Rebus gula dalam air hingga larut

5. Masukkan semua bahan ke dalam wadah yang sudah disiapkan

6. Tuang air gula ke dalam wadah

7. Tuangkan sirup, disini saya menggunakan sirup rasa melon

8. Beri susu kental manis secukupnya

9. Es buah rumput laut super simple siap dihidangkan

 

Karena menu di atas merupakan hasil kreasi dari isi kulkas yang seadanya, jadi kalau teman-teman kurang suka dengan isian buahnya bisa diganti dengan buah-buahan yang teman-teman suka yaa, oiya lebih mantap lagi kalau ditambah cincau dan selasih. 

Kalau boleh tau menu buka puasa yang praktis versi teman-teman apa nih ? boleh dong share di kolom komentar  di bawah xixixi

Cukup mudah kan resepnya, yuk langsung buat saja ya bun dijamin seger dan sehat. Selamat berkreasi !

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Sumber : Indonesia-Tourism.com

Kegiatan apa yang biasa teman-teman lakukan selama menunggu bedug maghrib di bulan suci Ramadan ? 

Sebagian dari teman-teman mungkin mengisinya di rumah saja, namun ada juga yang memilih berjalan-jalan berburu takjil bersama keluarga tercinta bukan ?

Suasana sore hari selama bulan Ramadan, memang berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Kita akan menjumpai pemandangan para pedagang makanan di ruas-ruas jalan. Sebagian besar merupakan pedagang dadakan yang membuka lapaknya ketika bulan puasa saja yang menawarkan segala macam jajanan baik sayur, lauk pauk dan tak ketinggalan minuman segar yang siap menggoyahkan iman. heuheu

Kediri merupakan salah satu Kota terbesar di Jawa Timur, dikenal sebagai kota tahu serta memiliki industri rokok yang terkemuka di Indonesia. Namun pada kesempatan kali ini saya tidak akan berbicara tentang sejarah Kediri karena saya akan mengajak teman-teman jala-jalan menemani saya ngabuburit, ya setidaknya jika teman-teman kebetulan sedang singgah ke Kediri sudah punya tujuan destinasi kuliner di sini.

Yuk ah langsung saja, berikut beberapa tempat di Kediri yang ramai dikunjungi untuk berburu cemilan menjelang berbuka puasa saat bulan suci Ramadan:

1. Alun-alun Kediri

Alun-alun Kediri merupakan sebuah pusat kota yang tempatnya cukup strategis. Bagi teman-teman yang ingin berburu makanan, bisa langsung menuju ke sebelah utara alun-alun karena di sana terdapat barisan stand pedagang makanan mulai dari makanan ringan sampai makanan berat semua ada dan siap memanjakan lidah teman-teman.

Sumber : Google

Kemudian di sebelah selatan, ada  pusat perbelanjaan yang cukup lengkap dan murah yaitu Dhoho Plaza. Sangat cocok sekali bagi teman-teman yang hobi berbelanja bisa langsung berkunjung kesini atau hanya sekedar berkeliling untuk memanjakan mata saja. 


Di seberang jalan tepatnya barat alun-alun terdapat masjid Agung Kediri. Setiap sore selama bulan Ramadan, masjid Agung secara rutin mengadakan kajian yang dapat diikuti oleh masyarakat umum. Selain itu masjid ini juga memiliki perpustakaan, jadi bagi teman-teman yang hobi membaca bisa mampir ke sini. 

2. Pasar Pahing

 

Sebenarnya selain di bulan ramadan, di sepanjang jalan pasar pahing setiap harinya selalu menyuguhkan jajanan mulai dari sore sampai malam hari. 

Saya sendiri pun ketika masih tinggal di Kediri selama jadi pelajar, hampir setiap hari mencari menu makan malam di sini atau hanya sekedar mencari cemilan untuk dinikmati bersama teman-teman.

3. Jalan Hayam Wuruk

Jalan Hayam Wuruk di hari biasa sudah dipenuhi oleh penjual minuman yang mendominasi adalah es degan. Namun memasuki bulan ramadan semakin ramai dipenuhi pedagang dadakan dan juga polisi yang menjaga keamanan, karena saking ramainya jika teman-teman lewat jalanan sini ketika sore pasti akan terjebak macet. 

4. Taman Sekartaji

Sumber : Kompas.com

Sama halnya dengan jalan Hayam Wuruk, di bundaran taman Sekartaji juga banyak dijumpai pedagang takjil dadakan. Biasanya ini dimanfaatkan oleh para komunitas atau mahasiswa sekitar Kediri untuk mengisi waktu luang selama bulan puasa. Cukup bagus dan berfaedah  sekali daripada hanya melamun di kost sambil memandangi jarum jam bisa dimanfaatkan belajar berwirausaha, lumayan juga cuannya  bisa untuk membeli baju lebaran atau memberi angpao ke keponakan, heuheu. 

Tempat-tempat yang saya sebutkan di atas merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi orang-orang selama bulan puasa, sebenarnya masih banyak tempat-tempat menarik lainnya yang bisa digunakan untuk ngabuburit, next time lah ya kita jalan-jalan lagi. By the way, jadi teman-teman jangan khawatir ya kalau sedang singgah di Kediri, banyak tempat asyik untuk dikunjungi. 

Oke sampai sini dulu ya, mau siap-siap ngabuburit nih berburu gorengan dan es degan. Semoga lancar puasanya, Bye !!





Share
Tweet
Pin
Share
No comments



Ramadan kali ini adalah tahun ketiga yang  harus dilalui dalam kondisi pandemi Covid-19.  Meski begitu, semoga tidak mengurangi khidmat untuk menunaikan ibadah di bulan suci ini. 

Tentu saja sangat terasa perbedaan ketika menjalani puasa sebelum dan ketika pandemi. Sebelum pandemi kita bebas melaksakan buka bersama bersama teman lama sebagai ajang reuni. Namun pada tahun 2020 dan 2021 tidak diperbolehkan mengadakan buka bersama. Di tahun  2022 ini ada kabar gembira bahwa pemerintah memperbolehkan mengadakan buka bersama dengan syarat tidak boleh mengobrol ketika sedang makan. Ada sebagian yang setuju ada pula yang tidak, setuju karena ini bisa membuka peluang besar bisa menjadi kegiatan reuni dengan teman atau keluarga tercinta yang telah lama tidak bersua. Yang tidak setuju menganggap aturan tersebut terlalu berisiko. Kalau kalian kira-kira lebih nyaman buka puasa di rumah atau di luar nih ? 

Apapun yang kalian pilih tetap stay safe dan stay healthy ya gaiis. 

Pandemi seharusnya tidak menjadi penghalang kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah aja yang bermanfaat dan dapat menambah pahala. 

  1. Tarawih di rumah bersama keluarga ini adalah momen yang bisa digunakan untuk merekatkan hubungan keluarga loh sehingga bisa menambah keharmonisan. Namun jika di daerah tempat tinggalnya sudah diperbolehkan melaksanakan tarawih di masjid, harus tetap mematuhi prokes ya, pakai masker dan jaga jarak. 
  2. Mengisi kegiatan di rumah dengan perbanyak membaca Al Qur'an. Biasanya kita membaca Al-Qur'an ketika sempat maka saatnya kita merubah konsep ini yaitu menyempatkan membaca Al Qur'an. Kalian bisa memberikan challenge kepada diri sendiri misalnya ramadan kali ini harus bisa menghatamkan 30 Juz. 
  3. Bersih-bersih rumah. Kalau pada hari-hari biasanya kita disibukkan oleh pekerjaan atau kegiatan yang lain. di bulan puasa ini sebagian orang jam kerjanya mengalami reduksi, ini bisa dimanfaatkam untuk bersih-bersih atau menata ulang properti di rumah sehingga menciptakan kesan suasana baru ketika lebaran nanti. 
  4. Belajar membuat kue untuk persiapan lebaran. Sekarang sudah banyak resep-resep kue simple yang bisa dengan mudah kita temukan di internet. Dengan membuat makanan sendiri di rumah kita bisa mengontrol makanan yang sehat untuk keluarga atau bisa juga mengeksplor makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya sehingga menu buka dan sahur lebih variatif dan si kecil yang tahun ini sedang belajar puasa semakin semangat puasanya. 
  5. Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Saat puasa kita juga harus tetap menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga. Miminal jalan kaki keliling kompleks selama 15 menit sehabis sholat subuh. Jangan lupa minum vitamin dan makan makanan yang sehat, agar imun tetap terjaga sehingga tidak mudah sakit. Bukan hanya olahraga jasmani, pikiran juga perlu olahraga bisa kalian lakukan dengan membaca buku atau mendengarkan podcast yang bisa menambah keimanan. 

Semoga 5 tips tadi bisa menambah imun dan iman kita semua agar lancar menjalani ibadah puasa meskipun di tengah pandemi dan semoga Ramadan kali menjadi jauh lebih bermakna. 




Share
Tweet
Pin
Share
No comments



Alhamdulillah sudah beredar surat keputusan hasil rukyat hilal yang mengabarkan bahwa tanggal 1 Ramadan 1443 Hijriah insyaAllah jatuh pada hari Minggu tanggal 3 April 2022, yang artinya besok sudah mulai dilaksanakan sholat tarawih. Persiapkan fisik agar selalu fit sehingga bisa hadir penuh di bulan suci ini. Yup, bulan Ramadan selalu dirindukan kedatangannya dan patut disyukuri juga kita masih diizinkan berjumpa lagi di tahun ini.

Suasana Ramadan mungkin sudah mulai terasa beberapa hari lalu, banyak keluarga yang pulang ke kampung halaman untuk nyekar atau ziarah ke makam keluarga kemudian ada juga acara megengan, yaitu membawa ambeng yang berisi nasi dan kue apem. Sebuah tradisi yang masih lestari hingga kini di kehidupan pedesaan setiap tahunnya untuk menyambut bulan puasa.

Kehectican menyambut bulan puasa semakin terasa ketika nanti sholat tarawih shaf dijamin pasti penuh dan semua anggota keluarga semangat 45 bangun sahur, semoga kegembiraan ini tidak hanya kita rasakan di hari pertama puasa atau minggu pertama saja tapi bisa bertahan hingga 29 hari ke depan ya heuheuheu.

Semoga Ramadan kali berbeda dengan Ramadan sebelumnya. Yang sebelumnya kita memaknai puasa hanya sekedar menahan lapar dan haus saja tapi semoga bisa mengupgrade spiritualitas kita juga, ya pokonya puasa kali ini harapannya ingin lebih produtif lagi nggak cuma menghabiskan waktu goleran di kasur dan scroll sosmed saja, apakah bisa ? mari kita challenge diri kita sendiri. Jangan lupa siapkan self reward dan juga punishmentnya ya wkwkw. Ada beberapa target yang ingin aku realisasikan misalnya bisa konsisten  menulis artikel di blog selama 30 hari ke depan, semangatin dong dengan membaca dan komen artikel-artikelku yang lain di blog aku heuheuheu

Pada dasarnya Puasa Ramadan wajib hukumnya bagi umat islam namun sebenarnya puasa atau tirakat juga banyak dipraktikan oleh agama-agama lain. Bahkan bukan hanya manusia bahkan makhluk hidup yang lain pun juga melakukan puasa ketika ingin mencapai sesuatu. Contohnya ayam yang berpuasa selama 21 hari untuk mengerami telur-telurnya, ular berpuasa ketika mengganti kulitnya, beruang melakukan hibernasi dan ada juga tumbuhan yang harus meranggas di musim kemarau.

Puasa ini sangat banyak sekali hikmahnya, puasa sendiri merupakan dialektika antara keimanan dan kesabaran. Tak hanya itu  puasa merupakan implementasi dari kepatuhan kepada Tuhan, pelatihan menahan nafsu, mendidik jiwa kita agar terkendali sebab seringkali kita terkalahkan oleh ke akuan diri, penyucian/detoksifikasi, setiap hari kita mengkonsumsi banyak hal ntah apa yang kita dengar dan kita lihat yang tanpa sadar akan masuk ke dalam tubuh kita yaitu pikiran. Nah hal tersebut termasuk racun yang dapat menjadi penyakit yang bisa bersarang di dalam hati. Jika hati sudah tidak sehat maka segala sesuatu yang masuk tidak akan bisa sampai ke dalam jiwa kita. Sehingga kita sulit untuk berpikir secara jernih.

Dengan puasa membantu kita keluar dari pikiran negatif, emosi negatif dan keresahan yang menyelimuti jiwa. Puasa memberikan jeda kepada diri, sehingga tak jarang ketika kita berpuasa akan menemukan jalan keluar terhadap persoalan-persoalan yang ada, semakin sadar akan rahasia-rahasia yang tersirat,  dan lebih bisa memaknai segala persoalan sebagai sebuah pembelajaran. Tak ayal para leluhur kita para raja terdahulu biasanya akan melakukan tirakat ketika hendak menerima ilmu atau untuk mencari petunjuk-petunjuk.

Hidup kadang-kadang juga butuh puasa, makan itu biasa tetapi akan terasa lebih nikmat ketika kita merasakan lapar terlebih dahulu. Begitu pun dalam hidup kadang kita harus ikhlas dan sabar menjalani berbagai kesusahan terlebih dahulu yang kelak pasti akan menemui hari kemenangan atau kebahagiaan sesudahnya.

 

  

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

Foto saya
Nizwa Khair
Hallo ! Selamat datang di Jurnal Nizwa. Sebuah ruang untuk menumpah ruahkan segala yang dilihat, didengar dan dirasakan dalam bentuk tulisan.
Lihat profil lengkapku

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • BEAUTY
  • KULINER
  • LIFESTYLE
  • RANDOM THOUGHT
  • REVIEW BUKU
  • REVIEW FILM
  • SPONSORED
  • Travelling

Postingan Populer

  • BERBURU JAJANAN TRADISIONAL DI FESTIVAL JAJAN PASAR KEDIRI
      Kalau orang-orang kebanyakan paling nggak suka ketemu hari senin, kalau aku paling sebel ketemu hari sabtu, bukan karena jomlo yaa (heuheu...

Recent Posts

Blog Archive

  • Maret 2024 (1)
  • Desember 2023 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • November 2022 (1)
  • Oktober 2022 (1)
  • September 2022 (2)
  • Agustus 2022 (1)
  • Juli 2022 (2)
  • Juni 2022 (4)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (5)
  • Maret 2022 (2)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • November 2021 (1)
  • September 2021 (2)
  • Juli 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)

Community

Community
1minggu1cerita

Friends

Created with by ThemeXpose