• Home
  • About
  • Categories
    • Beauty
    • Buku
    • Film
    • Lifestyle
  • Disclaimer
  • Kerjasama
facebook twitter instagram pinterest Email RANDOM THOUGHT FILM BUKU

Jurnal Nizwa



Instagram, salah satu aplikasi sosial media yang hampir setiap hari saya buka. Tidak selalu mengunggah foto atau membuat story, kerap kali hanya scroll-scroll saja sambil mencari inspirasi, terkadang juga iseng buat story Q & A ketika memiliki sedikit waktu luang. Beberapa waktu lalu, jalan-jalan ke blog salah satu teman blogger juga yang kebetulan membuat artikel berisi Q & A bersama teman-teman Instagramnya, hal itu membuat saya tergugah untuk membuatnya juga heuheu  (dasar nggak kreatif). Ya hitung-hitung agar gabutnya tersalurkan begitu 😂

Dibanding aplikasi sosial media yang lain, fitur di Instagram sudah cukup lengkap, salah satunya fitur question box. Namun baru-baru ini, ada yang sedang happening yaitu adanya aplikasi Q & A yang dapat dihubungkan ke instagram story melalui tautan link yang sebelumnya sudah dicopy dari aplikasi NGL, selain itu menariknya lagi identitas pengirim tidak dapat diketahui oleh pembuat story. Teman-teman mengatakan aplikasi NGL ini mirip dengan aplikasi ask fm. Namun saya tidak akan membahas masalah aplikasi NGL dan juga ask fm tersebut karena kali ini saya akan fokus menjawab beberapa pertanyaan yang dikirim dari teman-teman Instagram secara anonym melalui question box dari aplikasi NGL yang sudah saya hubungkan ke isntagram story saya.

Langsung saja yuk kita bahas satu-satu pertanyaan dari teman-teman 😁


Hal yang saya lakukan ketika senggang mungkin sama ya dengan kebanyakan orang, buka tutup sosmed scroll-scroll sampai ketiduran 😂. Namun yang paling sering sih lihat youtube, kalau lagi mood ya baca buku, nonton film atau  berkebun.  Karena jadwal sudah full sekali mulai hari senin sampai sabtu mulai pagi sampai malam, jadi ketika ada sedikit waktu luang lebih banyak saya buat untuk tidur. Kasihan juga tenaga dan pikiran diperas terus setiap hari, harus ada istirahatnya juga kan yaa.


Sudah banyak yang tanya ini, kenapa kok masih main blog ditengah gempuran sosial media lain yang lebih menarik terlebih konten yang berisi tulisan lebih sedikit peminatnya dibanding dengan konten yang berupa vidio. Ngeblog ini sebenarnya berangkat dari keisengan saya di tahun 2019 yang sedang mengalami masalah hidup yang sangat berat yaitu kehilangan nenek tercinta. Beberapa kali saya merasakan rindu pada nenek saya itu dan memutuskan untuk menumpahkannya dalam bentuk tulisan dan ntah bagaimana ceritanya tiba-tiba saya ingat dulu sempat memiliki blog, isenglah saya buka kembali ternyata masih bisa, ya sudah akhirnya tulisan saya yang kebetulan waktu itu adalah sebuah untaian puisi saya masukkan ke dalam blog ini. 

Kemudian secara tak terduga tiba-tiba saya mendapatkan tawaran kerja sama dari produk kecantikan. Awalnya saya kira itu hanya iseng, dan saya pun juga iseng merespon tawaran tersebut. Saya belum mengerti teknisnya seperti apa, ketika ditanya rate card juga masih bingung karena memang dari awal niat mengaktifkan blog ini hanya sekedar sebagai tempat curhat, kok ndilalah malah kedatangan rezeki. Alhamdulillah dong😁. Selain itu dari ngeblog saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pelajaran hidup dari  pengalaman  teman-teman sesama blogger lainnya. Akhirnya keterusan main blog sampai sekarang sambil belajar sedikit demi sedikit meningkatkan kualitas blog dan konsistensi dalam membuat artikel, semangatin ya teman-teman  heuheu




Sejujurnya buku bacaan saya masih sangat sedikit. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, saya membaca buku hanya ketika benar-benar memiliki waktu luang saja atau ketika suasana hati sedang bagus. Tak heran ada beberapa buku yang masih tersimpan rapi di rak lengkap dengan sampul yang masih belum terbuka. Namun ada salah satu novel yang behasil saya tuntaskan dan itupun juga hasil pinjam pada teman heuheu. Mungkin bagi  sebagian orang itu bukan sebuah hal yang membanggakan, namun bagi orang yang mudah bosan ketika baca novel seperti saya bisa menuntaskan novel 417 halaman selama 2 atau 3 hari itu merupakan sebuah prestasi heuheu. Novel berjudul Hati Suhita karya Khilma Anis berhasil membuat saya tenggelam di dalamnya sehingga saya seakan tidak mau  meninggalkan buku itu terlalu lama, rasanya ingin membaca terus karena setiap waktu dibuat penasaran bagaiamana dengan kelanjutan ceritanya. Novel bergenre romantik dengan berlatar pondok pesantren dikemas dengan apik yang mampu menguras emosi. Tak hanya itu ada beberapa kutipan-kutipan falsafah jawa di dalamnya. 

Ada juga buku yang menurut saya sangat bagus yaitu Fihi Ma Fihi karya Maulana Jalaluddin Rumi. Buku ini seolah dapat membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. 



Saya adalah orang yang sangat senang jalan-jalan, apalagi jika diajak pergi ke tempat-tempat yang berbau alam atau sejarah. Sejauh ini kota yang menyenangkan untuk dikunjungi adalah Jogjakarta karena di setiap sudutnya memiliki sejarah bukan hanya tempatnya namun juga kebudayaannya yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya. Ntah sudah berapa kali kesini tapi tidak pernah bosan. 

Jika mendapatkan kesempatan berlibur, untuk di dalam negeri saya ingin pergi ke Bali, saya penasaran dengan kebudayaan yang ada disana. Dan untuk luar negeri saya sangat ingin mengunjungi negara Jepang, Korea, Turki dan juga ke Mekkah. Semoga diberikan kesehatan dan juga rezeki yang melimpah agar bisa jalan-jalan menikmati keindahan alam di bumi ini.

Baik, sampai disini dulu ya teman-teman ngobrolnya dan terimakasih juga untuk teman-teman instagram yang sudah bersedia mengisi Question Box. Semoga kita bisa ngobrol-ngobrol lagi yang lebih seru di lain kesempatan. 

Atau barangkali ada sesuatu yang ingin teman-teman tanyakan, bisa kok tanya-tanya di kolom komentar di bawah. Jangan sungkan-sungkan yaa....... !!!😘

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

  

Pic from Pexels


Beberapa hari yang lalu, saya secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang di sebuah masjid sepulang kerja dan saat itu hendak melanjutkan pergi ke Gramedia untuk beli buku. Dia seorang perempuan cantik yang dengan ramahnya mengajak untuk sholat maghrib berjamaah dan kami lanjutkan ngobrol panjang lebar setelah sholat. Karena postur tubuhnya lebih  tinggi, saya mengira dia sebaya dengan saya atau bahkan lebih tua, namun ternyata dia baru lulus SMA tahun lalu. Banyak sekali yang kita obrolkan salah satunya adalah kegalauan mengenai pendidikannya. Pada saat itu,  dia bercerita bahwa sedang menunggu pengumuman masuk di salah satu perguruan tinggi negeri. Tahun lalu dia sempat kuliah di perguruan tinggi negeri yang lumayan jauh hingga akhirnya memutuskan untuk keluar dan ditahun ini dia kembali mencoba peruntungan mendaftar di universitas negeri yang tidak terlalu jauh dari rumah. Dia sempat down, merasa tertinggal dari teman-temannya yang sudah berhasil mengenyam pendidikan di kampus ternama sedangkan dirinya masih sibuk menata masa depan. Untuk memalingkan kesedihannya,  dia memilih menyibukkan diri dengan bekerja di sebuah toko. Semoga jika ditakdirkan bertemu kembali, ada berita yang lebih baik untuk diceritakan.

Mendengar cerita hidupnya saat ini membangkitkan ingatan saya beberapa tahun lalu yang saat itu juga pernah berada di posisinya. Beberapa kali mencoba cara untuk masuk ke universitas negeri tapi gagal sampai akhirnya drop, saya sakit selama 2 minggu. Rasanya benar-benar hancur, terpuruk, merasa tidak berguna, kehilangan harapan, bingung mau dibawa kemana masa depan saya nantinya. Kemudian saya sadar bahwa hidup terus berjalan, dengan pemikiran yang matang saya memberikan opsi kepada diri sendiri apakah break dulu selama 1 tahun sambil bekerja atau tetap melanjutkan kuliah namun di universitas swasta yang tidak jauh dari rumah. Kemudian ada salah satu saudara yang memberi masukan agar tetap melanjutkan kuliah saja karena dia melihat dari beberapa pengalaman orang-orang yang memilih break dan sudah mengenal dunia kerja, semangat untuk melanjutkan kuliah tidak sebesar ketika baru lulus SMA. Namun tidak semua bisa dipukul rata, ada juga teman saya yang kebetulan pelaku gap year juga menemui suksesnya.

Dengan segera, saya mencari informasi tentang pendaftaran dan menyiapkan segala persyaratan untuk masuk perguruan tinggi swasta yang masih berada dalam satu kota yang sama dengan tempat tinggal saya. Diawal perkuliahan sempat merasa  insecure, susah sekali menerima keadaan, enggan bertemu dengan teman, tetangga dan saudara karena takut jika ditanya mengenai kuliah dimana. Saya kira pasti adik-adik yang tahun ini belum lolos juga merasakan hal yang sama. Namun seiring berjalannya waktu perasaan-perasaan itupun akhirnya sirna, saya mulai bisa menerima kenyataan yang ada. Masa lalu sudah di belakang, jadi tidak sepatutnya kita terus berada disana. Masa depan kita masih panjang, kita masih bisa membangun harapan-harapan yang baru lagi. 

Di awal pasti ada penolakan, namun ketika sudah dijalani ternyata hal-hal yang dulu ditakutkan tidak seburuk itu. Untuk menenangkan hati, saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa menutnut ilmu itu bisa dilakukan dimana saja. Jadi ntah itu kampus ternama atau bukan semua tergantung dari kesungguhan hati kita. Kemudian ketika perkuliahan sudah setengah jalan, kampus mendapatkan masalah, banyak mahasiswa yang memilih pindah. Hal ini juga membuat saya dilema, namun saya memilih untuk tetap bertahan. Singkat cerita menjelang semester akhir yang mana harus mulai memikirkan skripsi, saya menemui kendala lagi berkaitan dengan media yang akan saya gunakan untuk penelitian. Sebenarnya jika saya mau memilih tema penelitian yang sama seperti teman-teman, mungkin tidak terlalu susah. Namun jiwa petualang saya meronta, saya ingin belajar lebih, saya ingin mencari pegalaman yang sebanyak-banyaknya. Saya memilih jenis penelitian yang harus dilakukan di laboratorim yang mana  alat dan bahan yang saya butuhkan ada yang tidak tersedia di kampus tempat saya kuliah. Hal itu tidak mematahkan semangat saya untuk terus berjuang,  dengan gigih saya mencari informasi ke beberapa kampus terdekat namun terkendala dengan biaya sewa yang begitu mahal menurut saya. Tidak berhenti disitu, saya mencoba menghubungi teman saya yang kuliah di salah satu kampus negeri yang kebetulan juga mengambil jurusan yang sama. Dengan beberapa pertimbangan saya memutuskan melakukan penelitian disana dengan menyewa laboratorium selama kurang lebih 1 bulan. 

Sebelumnya saya tidak pernah menyangka perjalanan saya bisa sejauh itu, yang sejak awal saya pernah bermimpi bisa menimba ilmu di universitas negeri yang cukup ternama namun gagal lalu oleh Tuhan diberi kesempatan bisa merasakan itu meskipun hanya sebentar. Menurut saya itu adalah sebuah berkah yang sangat luar biasa, skenarioNya tidak pernah salah. Meskipun menemui banyak cobaan, akhirnya saya mampu merampungkannya dan mendapat gelar sarjana dengan tepat waktu.

Mencari ilmu merupakan sebuah keharusan, manusia dianjurkan terus belajar sejak ia lahir sampai ke liang lahat. Mencari ilmu juga sama dengan melakukan jihad yaitu berjuang melawan kebodohan. Dengan berbekal ilmu pengetauan yang dimiliki, manusia dapat meningkatkan kualitas dirinya serta yang paling penting dapat memudahkan mereka dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat nantinya. Belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, bukan hanya di bangku sekolah. Semua hal yang kita lihat bisa menjadi bahan belajar dan semua orang yang baik tingkah lakunya bisa kita jadikan guru. Jadi, meskipun dalam perjalanan mencari ilmu, teman-teman menemui banyak sekali rintangan, teruslah berjalan meskipun harus  tertatih.


Toga yang sebenarnya adalah kemauan diri kita untuk terus berjuang menuntut ilmu. - Nizwa Khair




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

Foto saya
Nizwa Khair
Hallo ! Selamat datang di Jurnal Nizwa. Sebuah ruang untuk menumpah ruahkan segala yang dilihat, didengar dan dirasakan dalam bentuk tulisan.
Lihat profil lengkapku

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • BEAUTY
  • KULINER
  • LIFESTYLE
  • RANDOM THOUGHT
  • REVIEW BUKU
  • REVIEW FILM
  • SPONSORED
  • Travelling

Postingan Populer

  • BERBURU JAJANAN TRADISIONAL DI FESTIVAL JAJAN PASAR KEDIRI
      Kalau orang-orang kebanyakan paling nggak suka ketemu hari senin, kalau aku paling sebel ketemu hari sabtu, bukan karena jomlo yaa (heuheu...

Recent Posts

Blog Archive

  • Maret 2024 (1)
  • Desember 2023 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • November 2022 (1)
  • Oktober 2022 (1)
  • September 2022 (2)
  • Agustus 2022 (1)
  • Juli 2022 (2)
  • Juni 2022 (4)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (5)
  • Maret 2022 (2)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • November 2021 (1)
  • September 2021 (2)
  • Juli 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)

Community

Community
1minggu1cerita

Friends

Created with by ThemeXpose