• Home
  • About
  • Categories
    • Beauty
    • Buku
    • Film
    • Lifestyle
  • Disclaimer
  • Kerjasama
facebook twitter instagram pinterest Email RANDOM THOUGHT FILM BUKU

Jurnal Nizwa

 


Kalau orang-orang kebanyakan paling nggak suka ketemu hari senin, kalau aku paling sebel ketemu hari sabtu, bukan karena jomlo yaa (heuheu pengalihan isu). Ya karena bingung aja mau ngapain karena selama weekday mulai dari pagi sampai malam full kerja. Jadi ketika pulang tinggal capeknya doang dan nyampe rumah langsung tidur deh. Nah kalau satnight nggak ada acara tuh suka bingung, karena kalau cuma duduk bengong aja di rumah membosankan nggak sih guys. Jadi untuk mengatasi itu, akhir-akhir ini setiap malam minggu aku biasanya selalu mencari kegiatan gitu biasanya sih sekedar ketemuan sama temen ntah sekedar nongkrong di angkringan, café atau pergi cuci mata ke mall, tapi ini nggak wajib juga ya berangkatnya nunggu kalau ada yang ngajakin dan mood aja heuheu.


Nah malam minggu kemarin, tanggal 25 Juni 2022 di Kediri kebetulan ada acara festival jajan pasar yang diadakan oleh Pemerintah Kota Kediri di pasar Setono Betek, langsung gas dong sama temen aku yang kebetulan doyan makan heuheu

Menurut informasi, acaranya dimulai dari jam 15.00 sampai dengan jam 21.00. Kita kesana sekitar jam 17.00 dengan ekspektasi bakal seru banget beli jajan ini itu. Pasarnya cukup ramai, masih banyak yang berjualan di bagian luar bangunan utama. Menuju ke lokasi event tepatnya di lantai 2 masih cukup ramai tapi sayang banyak penjual yang sudah kehabisan dagangan huhuhu jadi kita nggak kebagian apa-apa. Ini menujukkan antusias masyarakat yang sangat tinggi mungkin karena beberapa tahun tidak ada acara seperti ini. Pengunjungnya datang dari berbagai kalangan bukan hanya dari golongan orang tua saja karena kue tradisional identik dengan camilan orang-orang tua ternyata banyak juga kok dari kalangan anak-anak muda, luar biasa sih ternyata kue tradisional masih banyak penggemarnya. Manteuupp !!!


Ada sekitar 40 lapak yang menjual berbagai macam jajanan pasar mulai dari kue rangin, pecel tumpang, gethuk pisang, ongol-ongol, jadah bakar, jamu, klepon, onde-onde, cenil, puthu dan masih banyak yang lain. Acara cukup meriah karena terdapat live music juga. 


Sebelumnya ada acara pengukuhan duta pasar tradisional dimana Ibu Ferry Silviana Feronica yang terpilih yang juga selaku istri dari Bapak Walikota Kediri Bapak Abdullah Abu Bakar kemudian launching logo perumda pasar Joyoboyo yang diresmikan langsung oleh bapak Walikota. 


Meskipun nggak kebagian jajanan tradisional yang lain, akhirnya memutuskan beli es campur dengan harga 5.000 rupiah aja setelah itu lanjut foto-foto di booth yang sudah disediakan heuheu. Semoga acara seperti ini bisa diadakan lagi dengan durasi yang lebih lama nggak cuma sehari aja dengan penjual yang lebih banyak lagi biar semua bisa kebagian.

Hampir semua jajanan pasar aku suka seperti cenil, ote-ote, onde-onde, mendut, wingko dan masih banyak lagi yang enak-enak. Kalau kalian apa nih guys ??


Share
Tweet
Pin
Share
4 comments



Semakin hari, zaman terus berkembang karena memang kehidupan ini bersifat evolutif dimana segala sesuatu yang ada di bumi ini akan terus mengalami perubahan. Dan pada hakikatnya kita manusia berperan sebagai subjek juga sekaligus objek yang mau tidak mau akan selalu dihadapkan dengan segala realitas yang menyertainya. Maka diperlukan ilmu agar tidak tersesat di dalam perkembangan zaman tersebut.

Sementara itu ntah sejak kapan saya mulai jatuh cinta dengan ilmu filsafat khususnya filsafat jawa, saya mulai khusyuk mempelajari segala istilah yang secara kebetulan saya temui yang kemudian sedikit demi sedikit belajar menerapkanya. Dengan berpedoman ilmu tentang filsafat yang masih dangkal ini setidaknya sedikit banyak dapat merubah hidup saya. Banyak konsep-konsep  yang menurut saya masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini atau bahkan bisa dijadikan pegangan untuk menjawab tantangan di masa depan. Falsafah-falsafah inilah yang kemudian mengantarkan saya menuju hidup yang bertujuan serta lebih bisa memaknai hidup sebagaimana mestinya.

Hidup bukan hanya sekedar bernapas, makan, minum dan bercumbu di ranjang. Saya sadar bahwa setiap manusia harus memiliki visi dan misi atau tujuan hidup yang jelas dalam menjalani kehidupannya sehingga kita hidup bukan sekedar hidup namun memiliki kebermaknaan, sebab sebaik-baiknya manusia adalah dia yang dapat bermakna bagi orang lain namun  jika belum dapat di tahap tersebut setidaknya dapat bermakna untuk dirinya sendiri. Sehingga tidak seperti layangan putus yang terombang-ambing oleh angin, tidak pula seperti daun yang hanyut dalam arus sungai yang ntah akan membawanya kemana. Dengan adanya tujuan hidup, manusia dapat mengekspresikan identitas dirinya sehingga manusia akan terus eksis dan tidak lebur tergerus waktu.

Madhep, karep, manteb, tiga kata kunci itu saya jadikan rumus dalam menjalani kehidupan yang serba absurd ini. Ketika dihadapkan dengan keruwetan hidup saya bisa bersikap sareh atau tenang. Tenang disini bukan berarti santai dan pasrah membiarkan semua mengalir begitu saja namun jika dibenturkan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki dapat menyadari bahwa semua itu memang hal yang lumrah. Sebab hidup selalu memiliki siklus, sebentar senang sebentar sedih, semua hanyalah sementara. Satu-satunya kepastian adalah kematian, inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Madhep artinya menghadap, jika kita ingin pergi ke suatu tempat maka kita harus tahu terlebih dahulu alamat yang akan dituju sehingga dapat menentukan jalan mana yang akan kita lewati. Begitupun di kehidupan ini,  kita harus tahu kemana arah tujuannya. Fokus berjalan ke depan namun tidak melupakan hal-hal di masa lalu. Belajar dari kesalahan yang dulu sehingga setiap akan melangkah lebih mawas diri,

Karep, bisa diartikan sebagai niat. Sudah tahu jalannya namun tidak ada niat untuk melangkah, kapan akan sampai ke tujuan? Hidup akan stuck atau mandeg di tempat. Kebanyakan orang enggan untuk melanjutkan perjalanan karena terlalu takut dengan segala kemungkinan yang mereka ciptakan sendiri di kepalanya. Padahal mencoba saja belum, namun sudah terkalahkan oleh bayangannya sendiri.

Manteb yaitu memantabkan atau meyakinkan diri. Seseorang yang sudah memiliki niat yang bulat maka ia tidak akan segan untuk melanjutkan perjalanannya. Kepercayaan diri harus terus dibangun untuk mendorong keinginan yang sudah dibentuk tadi. Ketika kita sudah yakin dengan segala keputusan yang telah dibuat maka peluang untuk mencapai keberhasilan pun sangat banyak sehingga segala bentuk konsekuensi bukanlah sebuah penghalang. Tabik !.


 

 

 

 

 

 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Tidak sekali atau dua kali kita pasti pernah mengalami yang namanya kehilangan ntah itu barang atau seseorang yang sangat berharga dalam hidup kita. Dan kehilangan selalu datang sepaket dengan kesedihan.

Pernah dengar Sri Sultan Hamengkubuwana X berkata tentang falsafah jawa bahwa kehilangan nyawa sama dengan kehilangan setengah, kehilangan harta benda sama dengan tidak kehilangan apa-apa dan kehilangan harga diri sama dengan kehilangan segalanya. 

Itu bisa digunakan sebagai mantra kehidupan agar ketika kita berhadapan dengan momen kehilangan, kita lebih bisa bersikap tenang karena duka dari rasa kehilangan ini tidak bisa serta merta pergi begitu saja. Butuh waktu lama untuk bisa berada di tahap mengikhlaskan, bukan dalam hitungan hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pun kita masih bisa merasakan perasaan sedih yang sangat hebat karena kenangan yang dulu tercipta tertancap begitu dalam di alam bawah sadar. 

Sebelum sampai pada perjumpaan dengan kehilangan, kerap kali kita menyepelekan kehadiran barang atau seseorang yang ada di dekat kita. Barang yang kita anggap tak berguna yang sebelumnya sudah lama hanya kita diamkan di tempat yang tak terjamah kemudian tiba-tiba ntah dimana keberadaannya akan menemui esensinya ketika kita dihadapkan pada kondisi yang mungkin harus membutuhkan benda itu. Kemudian jika itu seseorang, kita sering pula tak menyadari segala bentuk rasa peduli, perhatian dan kasih sayangnya yang hanya kita anggap biasa. Lantas itu semua akan menjelma dalam bayangan semu ketika dia sudah tak bersama dengan kita ntah hilang karena ia memutuskan untuk pergi atau justru kita yang dengan atau tanpa sengaja meninggalkannya. 


Kalau sudah begitu maka kalimat "seandainya dulu" tidak bisa mengembalikan waktu untuk berputar ke belakang. 

Kehadiran seseorang dalam hidup kita akan selalu memberikan warna yang baru. Jangan hanya sibuk menangisi dan meratapi kepergiannya saja, namun ambillah hikmah dari setiap perjumpaan dan perjalanan bersama mereka yang pernah hadir dalam kehidupan kita.

Kita tidak pernah tahu kapan perpisahan akan datang. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita bisa ciptakan momen-momen yang indah bersama mereka yang ada di sekeliling kita, jika itu orang maka kita bisa memaksimalkan kebersamaan dengan mereka dan jika itu barang bisa dengan menjaganya dengan penuh tanggung jawab. Namun ingat, kita harus selalu siap dengan momen kehilangan tersebut. Akan ada rasa sakit, namun itu hanya sesaat. 

Tidak selamanya kehilangan itu buruk, dari kehilangan ini lah kita belajar segala sesuatu pasti terlepas dari kita. Bisa saja kepergiannya justru pilihan yang terbaik yang bisa mengantarkan kita pada pintu-pintu takdir berikutnya. Dari kehilangan kita bisa belajar sabar dan ikhlas. Tidak mudah memang, sebab terkadang ketika duduk berdiam diri, kenangan-kenangan itu hadir tanpa permisi .

Awalnya akan selalu ada penolakan dari dalam diri namun lambat laun kita akan sampai pada tahap mengikhlaskan dengan merelakan kepergiannya namun tetap menjaga dengan baik kenangannya. Nah inilah yang dimaksud dengan pergi bukan berarti hilang. 

 

 

 

 

  

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 



Blitar, jika mendengar nama kota ini pasti yang muncul dibenak teman-teman adalah tanah kelahiran dan makam presiden pertama kita yaitu Bapak Ir. Soekarno. Namun, kali ini saya pergi ke Blitar bukan untuk berziarah  ke makam beliau, tapi untuk berkunjung ke masjid baru yang digadang-gadang sebagai miniatur masjid Nabawi, Madinah.

Wah pasti penasaran kan ? langsung saja simak penjelasannya di bawah !

Halaman masjid


Memasuki gerbang masjid, di area parkir, saya dibuat takjub dengan keberadaan ornamen 10 tiang dimana 4 tiangnya berupa payung yang mirip dengan tiang yang berada di masjid Nabawi dan sisanya hanya terdapat lampu di atasnya. Masih berada di halaman depan masjid saja atmosfer di Madinah sudah terasa, namun bagaimana untuk yang bagian dalam ?

Di depan masjid saya langsung disambut oleh beberapa petugas masjid yang mengarahkan untuk melepas sandal yang kemudian disimpan di dalam loker yang telah disediakan. Jadi bagi teman-teman yang sering kehilangan sandal di masjid, tak perlu khawatir lagi ehehe. Bagi pengunjung laki-laki tempat wudhu ada di bagian depan masjid dan untk perempuan harus masuk ke dalam area masjid terlebih dahulu.

Area masjid


Jika dilihat dari depan, masjid ini tampak  tidak terlalu luas. Namun ketika sudah berada di dalam area masjid ternyata lumayan lega. Terasa dingin dan sangat nyaman sekali padahal ketika berkunjung ke sana pada waktu siang.

Fasilitas minuman gratis 


Di dalam masjid disediakan minuman gratis berupa teh, kopi dan wedang jahe bagi pengunjung, teman-teman bisa menemukan fasilitas tersebut berada satu lokasi dengan loker yang disebelahnya terdapat beberapa tempat duduk.

Koridor masjid

Di sebelah utara masjid terdapat bangunan khusus karyawan yang di depannya dihiasi oleh asmaul husna yang sangat indah. Menuju ruang wudhu dan toilet perempuan,  kita akan melewati koridor yang juga di sebelahnya terdapat layanan informasi. 

Tempat wudhu dan toilet


Memasuki area tempat wudhu ada beberapa petugas perempuan yang setia menjaga kebersihan dan sigap memberikan arahan kepada pengunjung. Tempat wudhu dan toilet sangat luas dan banyak serta kebersihannya pun terjaga.

 

Mukena

Bagi pengunjung yang tidak membawa seperangkat alat sholat tidak perlu khawatir karena sudah disediakan di dalam ruang wudhu  mulai dari sajadah, mukena untuk dewasa bahkan ada pula anak-anak untuk dipinjamkan. Pada masa pandemi ini untuk seperangkat alat sholat digunakan sekali pakai, jadi ketika selesai digunakan mukena diletakkan ke dalam box besar yang sudah disediakan di depan masjid, hal ini dilakukan selain untuk menjaga kebersihan juga untuk menghindari penyebaran Covid 19 sehingga pengunjung pun merasa lebih aman dan  nyaman selama beribadah.


Bagian dalam masjid

Ketika memasuki ruangan masjid untuk menunaikan ibadah sholat, lagi-lagi dibuat kagum dengan arsitekturnya yang sangat indah. Terdapat beberapa pintu berukuran besar yang dihiasi dengan ukiran yang bagus dengan kombinasi warna emas yang terlihat megah. Selain pintu, interior yang lain seperti tiang, lampu, bilik dan mimbar juga dihiasi dengan warna emas. 

Kiswah

Kemudian mihrabnya didesain seperti ka’bah yang didalamnya juga terdapat potongan kiswah asli dari Makkah. Menurut penuturan dari petugas masjid, kiswah tersebut pernah digunakan untuk menutupi ka’bah pada tahun 2009, selain itu keunikan yang lain dari masjid ini yaitu karpet yang digunakan didatangkan langsung dari turki.

Nah, gimana ? jadi tertarik ingin mengunjunginya juga kan ?

Bagi teman-teman yang sudah lama tidak pergi ke tanah suci bisa mengobati kerinduannya di masjid Ar-Rahman ini. Atau bagi kita yang belum diberikan kesempatan pergi ke Baitullah, bisa melihat bagian terkecil dari ka’bahnya terlebih dahulu.

Masjid Ar-Rahman ini terletak di Jl. Ciliwung No.2, Kel. Bendo, Kec, Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur. Dibangun pada tanggal 24 Desember 2018 oleh Mayangkara Group sebuah perusahaan besar di Blitar.

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

Foto saya
Nizwa Khair
Hallo ! Selamat datang di Jurnal Nizwa. Sebuah ruang untuk menumpah ruahkan segala yang dilihat, didengar dan dirasakan dalam bentuk tulisan.
Lihat profil lengkapku

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • BEAUTY
  • KULINER
  • LIFESTYLE
  • RANDOM THOUGHT
  • REVIEW BUKU
  • REVIEW FILM
  • SPONSORED
  • Travelling

Postingan Populer

  • BERBURU JAJANAN TRADISIONAL DI FESTIVAL JAJAN PASAR KEDIRI
      Kalau orang-orang kebanyakan paling nggak suka ketemu hari senin, kalau aku paling sebel ketemu hari sabtu, bukan karena jomlo yaa (heuheu...

Recent Posts

Blog Archive

  • Maret 2024 (1)
  • Desember 2023 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • November 2022 (1)
  • Oktober 2022 (1)
  • September 2022 (2)
  • Agustus 2022 (1)
  • Juli 2022 (2)
  • Juni 2022 (4)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (5)
  • Maret 2022 (2)
  • Februari 2022 (1)
  • Januari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • November 2021 (1)
  • September 2021 (2)
  • Juli 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)

Community

Community
1minggu1cerita

Friends

Created with by ThemeXpose